▴Iklan▴ Contoh Surat Gugatan Cerai Terbaru di Pengadilan
Contoh Surat Gugatan Cerai
.jpg)
Gambar : Contoh surat gugatan cerai
Menikah adalah dambaan banyak orang. Namun, hubungan bisa menjadi rumit, dan pernikahan bukan menjadi jaminan untuk hubungan Anda dengan pasangan akan selalu berjalan seperti yang Anda inginkan. Akan ada saat-saat di mana pernikahan Anda terasa berat, dan Anda ingin mengakhirinya untuk selamanya, melalui perceraian. Jika begitu, ada baiknya mengetahui contoh surat gugatan cerai.
Berbagai alasan berkontribusi terhadap kasus perceraian di Indonesia termasuk komunikasi yang buruk, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, tekanan keuangan, kehilangan pekerjaan, perbedaan agama, dan konflik budaya.
Prosedur Perceraian Menurut Hukum
Bagi pasangan suami istri Muslim, mereka hanya dapat melanjutkan perceraian di pengadilan agama jika pengadilan gagal mendamaikan mereka. Tiga jenis proses perceraian dapat dilihat dalam UU Peradilan Agama:
-
Cerai thalak diajukan oleh seorang suami muslim. Setelah perceraian selesai, mantan suami berkewajiban untuk membayar mantan istri secara mut'ah dalam bentuk barang atau uang.
-
Gugatan cerai yang diajukan oleh istri atau wakil istri
-
Perceraian karena zina berdasarkan dalil
Sama seperti pasangan menikah Muslim, pasangan non-Muslim hanya bisa bercerai setelah pengadilan gagal mendamaikan hubungan mereka, menurut Hukum Perkawinan Indonesia. Perceraian pasangan non-Muslim harus dilakukan melalui gugatan hukum perceraian yang diajukan ke pengadilan umum oleh istri atau suami.
Contoh Surat Gugatan Cerai
Jakarta, .........................
Perihal : Cerai gugat
Kepada
Yth. Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan
Di
Jakarta
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Perkenankanlah Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
..................... binti ...................., tempat dan tanggal lahir ............., ..........., NIK .................., umur .................. tahun, agama ..........., pendidikan .................., pekerjaan ..............., tempat tinggal di ............... RT............... RW. ............. No. ............ Kelurahan ............... Kecamatan ............ Kota Jakarta Selatan;
Selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
Dengan ini mengajukan gugatan perceraian berlawanan dengan :
.................. bin ................., tempat dan tanggal lahir .............,..............., umur ............. tahun, agama ..........., pendidikan ............, pekerjaan ................., tempat tinggal di .................RT....... RW. .................. No. ............. Kelurahan ............... Kecamatan ................. Kota Jakarta Selatan ;
Selanjutnya disebut sebagai Tergugat;
Adapun alasan/dalil - dalil gugatan Penggugat sebagai berikut :
-
Bahwa Penggugat dan Tergugat telah melangsungkan pernikahan pada tanggal .................. yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan ..............., Kota/Kabupaten*................. sesuai dengan Kutipan Akta Nikah Nomor : ................ tanggal ..................;
-
Bahwa, setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal di .................. RT................ RW. ................... No. .............. Kelurahan ................ Kecamatan ................. Kota/Kabupaten* ............. dan terakhir masing-masing bertempat tinggal sebagaimana alamat tersebut diatas;
-
Bahwa, dalam perkawinan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah bergaul sebagaimana layaknya suami istri (ba’da dukhul) dan telah dikaruniai 2(dua) orang anak yang bernama:
a. .................., laki-laki/perempuan*, lahir di ................tanggal ....................;
b. .............., perempuan/laki-laki*, lahir di .................tanggal ...............;
-
Bahwa, semula kehidupan rumah tangga Penggugat dan Tergugat berjalan dengan rukun dan harmonis, namun sejak .................... rumah tangga Penggugat dan Tergugat mulai tidak rukun yang disebabkan :
a. ...........................................................................................;
b. ..............................................................................................;
c. .............................................................................................;
-
Bahwa, karena sebab-sebab tersebut di atas, rumah tangga Penggugat dan Tergugat sudah tidak dapat untuk dirukunkan kembali;
-
Bahwa, Penggugat telah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan jalan musyawarah namun tidak berhasil;
-
Bahwa, puncak perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat tersebut terjadi kurang lebih pada bulan ...........tahun ..................... yang akibatnya Penggugat pergi meninggalkan Tergugat. Selama itu sudah tidak ada lagi hubungan baik lahir maupun batin;
-
Bahwa, akibat tindakan tersebut di atas Penggugat telah menderita lahir bathin dan Penggugat tidak ridho atas perlakuan Tergugat terhadap Penggugat serta Penggugat merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkan rumah tangga dengan Tergugat oleh karenanya Penggugat berkesimpulan satu-satunya jalan keluar yang terbaik bagi Penggugat adalah bercerai dengan Tergugat;
Setelah mengetahui contoh surat gugatan cerai di atas, diharapkan Anda bisa membuatnya bila dibutuhkan di kemudian hari. Jangan lupa untuk selalu mencari jalan terbaik sebelum memutuskan untuk berpisah.
