Kabar mengenai penyesuaian harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina memang langsung menjadi pusat perhatian masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan yang mengandalkan Pertamax (RON 92) untuk mobilitas harian.
Kenaikan harga ini merupakan efek domino yang tidak terhindarkan dari situasi makroekonomi global yang sedang kita hadapi saat ini. Pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat tertekan akibat lonjakan Dollar AS berimbas langsung pada membengkaknya biaya impor minyak mentah (crude oil) nasional. Karena Pertamax merupakan komoditas yang harganya mengikuti mekanisme pasar dunia (tidak disubsidi pemerintah), penyesuaian harga harus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan.
Sebagai komoditas nonsubsidi, harga jual Pertamax bisa bervariasi di setiap daerah karena dipengaruhi oleh faktor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing provinsi.
Harga Baru Pertamax: PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter. Sebelumnya di Harga Rp 12.300 per liter
Penyebab Utama Kenaikan: Penyesuaian harga ini dipicu oleh tren kenaikan harga minyak mentah dunia serta melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang meningkatkan biaya beban impor minyak nasional.
Sifat Kebijakan: Karena Pertamax termasuk jenis Bahan Bakar Minyak Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi, harganya fluktuatif dan disesuaikan secara berkala mengikuti mekanisme pasar global tanpa subsidi dari pemerintah.
💡 Tips Cerdas Menghemat Pengeluaran BBM Saat Harga Naik
Agar pos pengeluaran bulanan Anda tidak jebol akibat kenaikan harga bahan bakar, Anda bisa menerapkan beberapa strategi efisiensi berkendara berikut:
Cara Anda menginjak pedal gas sangat menentukan tingkat konsumsi BBM.
Hindari kebiasaan berakselerasi secara mendadak (mengebut secara tiba-tiba) dan mengerem secara agresif jika tidak diperlukan.
Menjaga kecepatan tetap konstan di jalur lurus (antara 60-80 km/jam) adalah titik paling efisien bagi mesin kendaraan untuk mengolah bahan bakar.
Ban yang kekurangan angin (kempes) akan menciptakan area gesek yang lebih besar dengan aspal. Hal ini membuat mesin harus bekerja ekstra keras untuk menggerakkan roda, yang berujung pada pemborosan bensin hingga 5% - 10%. Pastikan tekanan angin ban Anda selalu berada di angka standar pabrikan.
Jangan jadikan bagasi mobil atau jok belakang motor sebagai gudang penyimpanan barang. Setiap tambahan beban seberat 50 kg akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 1-2%. Turunkan barang-barang berat yang tidak diperlukan untuk meringankan kerja mesin.
Saat harga naik, manfaatkan promo diskon atau cashback yang sering ditawarkan oleh aplikasi dompet digital atau aplikasi MyPertamina. Membeli bensin menggunakan poin atau voucer khusus lumayan bisa memotong total pengeluaran Anda di kasir.
Apakah kenaikan harga Pertamax hari ini membuat Anda mulai mempertimbangkan untuk beralih menggunakan transportasi umum seperti KRL/MRT untuk komuter kerja, atau Anda sedang melirik opsi kendaraan alternatif?