Kabar mengenai ketertarikan klub-klub besar Liga 1 untuk meminang Shin Tae-yong (STY) memang selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional, terutama mengingat reputasi besar yang ia miliki. Sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah modern sepak bola Indonesia, sosok STY memiliki daya tarik yang luar biasa.
Mari kita bedah profil, filosofi, dan alasan mengapa pelatih asal Korea Selatan ini selalu menjadi incaran emas bagi klub besar seperti Persija Jakarta.
Sebelum menancapkan pengaruhnya di Asia Tenggara, Shin Tae-yong sudah memiliki reputasi mentereng di level internasional. Ia bukan pelatih kaleng-kaleng; STY adalah juru taktik yang kenyang pengalaman di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Legenda Seongnam Ilhwa Chunma: Sebagai pemain, ia adalah gelandang serang legendaris di K-League. Sebagai pelatih, ia sukses membawa klub tersebut menjuarai AFC Champions League 2010.
Penakluk Juara Dunia (Piala Dunia 2018): Momen paling ikonik STY di panggung dunia adalah saat memimpin Tim Nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2018 Rusia. Di bawah arahannya, Korea Selatan berhasil menumbangkan raksasa dunia sekaligus juara bertahan, Jerman, dengan skor telak 2-0 di fase grup.
Arsitek Kebangkitan Timnas Indonesia: Sejak meneken kontrak dengan PSSI pada akhir 2019, STY berhasil mengubah wajah sepak bola Indonesia. Ia memotong generasi, mendongkrak peringkat FIFA Indonesia secara signifikan, membawa Timnas lolos ke babak gugur Piala Asia, hingga mengukir sejarah di kualifikasi Piala Dunia.
Persija Jakarta, dengan julukan Macan Kemayoran, adalah klub dengan basis massa raksasa (The Jakmania) dan target prestasi yang selalu tinggi. Struktur taktik dan nilai-nilai yang dibawa oleh Shin Tae-yong dinilai sangat cocok dengan identitas klub ibu kota:
Satu hal yang paling diubah STY di Indonesia adalah mentalitas dan fisik pemain. Ia tidak mentoleransi pemain yang malas bergerak atau memiliki fisik kedodoran. Bagi Persija yang mengarungi kompetisi Liga 1 yang padat dan keras, intensitas fisik ala STY adalah formula yang sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi permainan.
STY terkenal sangat berani mengesampingkan nama besar demi memberikan panggung kepada pemain muda potensial yang mau bekerja keras. Persija Jakarta sendiri memiliki salah satu akademi sepak bola terbaik di Indonesia (Persija Development). Kombinasi antara talenta muda Persija dan tangan dingin STY bisa menjadi investasi jangka panjang yang luar biasa bagi klub.
STY tidak terpaku pada satu formasi statis. Ia gemar menggunakan skema tiga bek sejajar (seperti 3-4-3 atau 3-5-2) yang bertransformasi menjadi lima bek saat bertahan, namun sangat agresif saat melakukan transisi menyerang memanfaatkan kecepatan lini sayap. Gaya main modern yang mengandalkan operan pendek cepat (proactive football) ini sangat disukai oleh publik Jakarta.
Jika Persija benar-benar ingin mendatangkan Shin Tae-yong, ini akan menjadi salah satu transfer paling ambisius dalam sejarah Liga 1. Namun, ada beberapa faktor realitas yang perlu digarisbawahi:
Komitmen bersama Timnas: Fokus utama Shin Tae-yong sejauh ini adalah menuntaskan proyek jangka panjangnya bersama Tim Nasional Indonesia, terutama dalam koridor kualifikasi Piala Dunia dan turnamen Asia.
Meski begitu, ketertarikan klub sekelas Persija menunjukkan bahwa standar sepak bola Indonesia kini semakin tinggi. Menarik untuk dinantikan bagaimana masa depan sang arsitek taktik asal Korsel ini, apakah ia akan tetap mengawal Garuda atau suatu saat nanti akan menakhodai Macan Kemayoran di kompetisi domestik.